Persiapan Instalasi
MikroTik RouterOS sudah banyak mendukung berbagai macam driver hardware. Jadi apabila anda seorang pendatang baru atau pemula, tidak perlu khawatir jika komponen perangkat keras anda tidak didukung MikroTik. Sebelum melakukan instalasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
• Kebutuhan Perangkat Keras
CPU dan motherboard, yaitu generasi Intel, Cyrix 6X86, AMD K5 atau sekelasnya, tidak mendukung multi prosesor, mendukung arsitektur keluarga i386 dengan PCI lokal bus.
RAM, minimal 32 MB maximum 1 GB aja
HARDISK ATA/IDE dengan ruang kosong minimal 64 MB. Tidak mendukung USB, SCSI, RAID, sedangkan hardisk SATA hanya pada legacy access mode. Mendukung flash dan microdrive dengan syarat terkoneksi menggunakan antarmuka ATA.
• Media Instalasi
Media instalasi MikroTik antara lain :
1. Floppy based instalation.
2. CD based instalation.
3. Floppy based network instalation.
4. Full network based instalatio
Instalasi MikroTik
Perhatikan, jangan menginstal MikroTik pada komputer kesayangan anda yang berisi data-data penting. Karena sistem operasi ini akan membuat satu partisi dari seluruh kapasitas harddisk sehingga seluruh partisi yang ada pada harddisk akan dijadikan satu, lalu diformat total oleh MikroTik.
Instal MikroTik pada komputer lain yang statusnya bukan komputer utama. Alternatif lain jika anda hanya mempunyai satu komputer gunakan program VMware. Vmware adalah program aplikasi sejenis emulator yang dikhususkan untuk membangun sistem operasi yang bersifat maya. Dengan kata alain, sistem operasi di dalam sistem operasi. Dengan Vmware, anda dapa menginstal sistem operasi MikroTik pada sistem operasi Windows, misalnya, tanpa mempengaruhi sistem operasi Windows tersebut.
Untuk instalasi sebaiknya menggunakan metode CD Based Installation karena metode inilah yang paling mudah dan paling cepat untuk proses instalasi. Selain itu, penggunaan CDROM sedah menjadi hal yang umum dikalangan orang banyak atau anda yang sedang belajar MikroTik.
Berikut langkah-langkah menginstal MikroTik melalui CD:
1. Donlot file iso MikroTik (± 14MB) dari website resmi MikroTik.
2. Jalankan perangkat lunak untuk menulis ke CD, misal Nero Express versi 7.
3. Nyalakan komputer anda kemudian masuk ke Bios. Seting bios dengan konfigurasi firs boot pada CDROM drive.
4. Masukkan CD MikroTik pada CD Drive anda.
Setelah booting, muncul menu pilihan paket yang akan diinstal satu persatu dengan menekan “spacebar”. Untuk memilih semua paket gunakan tombol “a”, tekan “m” untuk pilihan paket minimum, tekan “r” untuk menginstal remote router. Atau tekan “q” kalo ingin membatalkan proses instalasi.
Untuk memudahkan instalasi, gunakan metode tekan tombol “a” kemudian “I”.
Kemudian akan muncul pesan seperti ini :
Do you want to keep old configuration ? [y/n] : n (Konfirmasi utk menyimpan konfigurasi lama)
Jika sebelumnya pada komputer sudah terinstal MikroTik, anda dapat menyimpan konfigurasi lama dengan menekan tombol [y] atau tekan [n] untuk menghapus konfigurasi lama.
Warning : all data on the disk will erased !
Continue? [y/n] : y
Anda diharuskan untuk menjawab [y] untuk meneruskan instalasi atau [n] untuk membatalkan.
Jika konfirmasi di atas disetujui, sistem akan melakukan instalasi sesuai dengan paket yang dipilih.
Creating partition…………
Formatting disk………
bla…bla…bla…
Sistem akan meminta untuk reboot komputer setelah proses instalasi telah selesai. Sebelum me-reboot komputer, ambil terlebih dahulu CD MikroTik yang terdapat pada CD Drive anda.
Setelah reboot, MikroTik akan melakukan konfigurasi sistem secara otomatis.
Selanjutnya akan muncul menu user login. Gunakan user admin untuk login dengan password kosong (tidak diisi), akhiri dengan menekan tombol Enter.
Kamis, 10 Desember 2009
Kamis, 03 Desember 2009
Jaringan Komputer
Ada kejadian lucu di minggu lalu, ketika saya bersama rekan sekantor melakukan uji coba throughput jaringan dari computer ke computer. Sebelumnya saya tidak tahu kalau ada software Kaspersky yang dipasang di computer teman saya. Saat kita melakukan uji coba throughput, ada hal aneh yang terjadi. Kejadiannya adalah, tiba-tiba throughput computer menjadi pelan sekali dan nyaris nol.
Setelah cukup lama berpusing ria, ternyata baru ketahuan ada fitur Intrusion Detection System di Kaspersky yang memang bisa menghalangi test throughput, di mana kebetulan saya memakai software TFGEN untuk mengirimkan paket UDP secara besar-besaran.
Setelah fitur ini dimatikan, proses pengetesan throughput jaringan dapat berlangsung dengan lancar.
Tentu saja, fitur ini adalah fitur yang sangat baik dari Kaspersky…..!! ( sempet pusing berjam-jam karena kami pikir ada problem dengan switching nya )
Mengetest opened port pada sebuah server atau peralatan
Beberapa hari yang lalu ada seorang teman saya menanyakan bagaimana mengetahui port apa saja yang terbuka pada sebuah server. Buat apa sih mengetest port apa saja yang dibuka oleh sebuah server? Jawabannya biasanya di antara dua : mau menghack server tersebut, atau mau melakukan uji keamanan terhadap server tersebut.
Terlintas di pikiran saya beberapa program yang cukup menarik untuk mengecek hal ini. Kebetulan juga, saya sehari sebelumnya baru mengetahui kalau salah satu software penetrasi untuk testing yaitu nmap belum lama mengeluarkan versi terbarunya yaitu versi 5.0. Nmap 5.0 ini bisa langsung di download di www.nmap.org , dan saya juga baru tahu kalau ternyata sudah ada versi GUI nya yaitu zenmap, sehingga kita tidak perlu banyak mengetahui hal teknis command line untuk melakukan scanning. Maklum, sudah cukup lama saya tidak melakukan testing port scan maupun penetrasi ke sebuah server
Buat para networkers, saya rasa aplikasi NMAP merupakan aplikasi standard yang selalu ada di USB mereka. Utility kecil ini cukup handal untuk melakukan uji coba firewall, mengetest apakah betul firewall policy sudah sesuai dengan kenyataan pada saat dilakukan uji penetrasi.
Kecanggihan NMAP di antaranya adalah melakukan OS detection, dan fitur yang paling saya suka adalah bisa memakai script engine untuk melakukan penetrasi server lebiih dalam lagi ; seperti brute force telnet, dsb.
Tips Mengukur throughput link jaringan menggunakan IPERF
Pada saat kita selesai menginstall sebuah jaringan, tahap berikutnya adalah melakukan testing and commissioning terhadap jaringan yang dipasang. Apa saja yang terdapat pada testing and commissioning ? Selama ini tidak ada standardisasi terhadap hal ini, namun secara umum, yang harus dilaporkan di sisi jaringan adalah uji konektivitas dan uji throughput. Apabila jaringan yang terpasang memiliki komponen sekuriti seperti firewall, IDS, dsb, tentu saja harus ada lagi item-item yang harus diujicoba.
Artikel kali ini membahas sebuah utility tools freeware untuk menguji throughput, yaitu iperf, yang dapat di download dari http://dast.nlanr.net/Projects/Iperf/. Selain utility Iperf, ada juga utility canggih lainnya seperti NetIQ Chariot yang bisa melakukan simulasi paket yang akan lewat pada jaringan. Hanya saja, sepengetahuan penulis utility ini tidak gratis. Continue reading Tips Mengukur throughput link jaringan menggunakan IPERF…
Broadcast storm control – a network saviour for looping
How big… or how small is your network ? The bigger network you have, or the more switches you have in your network, you really must understand that a Layer 2 network is very easily attacked by looping the network.
Please take note the terminology “LAYER 2″… it means no router, no routing, no VLAN routing. So it’s just plain switching. Looping will not happen if you use a layer 3 technology.
How to loop the network ? Continue reading Broadcast storm control – a network saviour for looping…
Mengenal Switch (Ethernet Switch) part 1
Artikel ini kesannya agak lucu dan aneh. Kita tahu bahwa semua pembaca pasti sudah tahu tentang switch. Penjelasan dari wikipedia tentang switch ;”A network switch is a computer networking device that connects network segments”. Menghubungkan segmen? Apa yang dimaksud dengan ’segmen’ di sini ? Sebetulnya switch memang merupakan pengembangan lanjutan dari ‘bridge’. Jaman dulu, orang menggunakan bridge untuk menghubungkan segmen jaringan dengan topologi yang berbeda-beda atau sama. Hanya saja, di saat sekarang kita tahu bahwa network switch digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya.
Continue reading Mengenal Switch (Ethernet SwiMengenal MAC Address
Apakah itu MAC Adress ??
MAC address, merupakan singkatan dari “Media Access Control”, adalah sebuah identifikasi unik yang dimiliki oleh setiap network card komputer, atau switch, atau router, atau access point, atau apapun yang mungkin dihubungkan ke jaringan. (Jaringan di sini dalam arti jaringan ethernet yang umumnya dipakai di kantor-kantor/sekolah/rumah)
Apabila sebuah komputer memiliki dua buah network card, maka komputer tersebut juga tentunya memiliki dua buah MAC Address. Tentunya, secara tidak kita sadari, semua notebook rata-rata memiliki dua buah network card, yaitu network card wired (RJ-45), dan network card wireless (802.11b).
Continue reading Mengenal MAC Address…
Unicast, Broadcast dan Multicast
Berdasarkan tujuan dari paket data di jaringan komputer, paket terbagi menjadi 3(tiga) jenis, seperti tertulis di judul blog ini, yaitu Unicast, Broadcast dan Multicast. Istilah broadcast, sepertinya lebih sering didengar oleh kita semua dibandingkan yang lainnya. Mungkin ini dikarenakan sehari-hari kita mendengar kata ‘broadcasting’ Unicast
Unicast merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan hanya satu titik yang lain (titik bisa berarti komputer, atau peralatan jaringan lainnya). Ditilik dari ‘bedah paket’ nya, kita bisa lihat unicast memiliki satu MAC address pengirim, dan satu MAC address penerima. Secara analoginya, setiap hari pada saat browsing Internet, kita sudah melakukan proses unicast ini, yaitu apabila kita mengetik satu alamat URL misalnya, komputer kita sedang ber-unicast-ria dengan server web yang ada di URL tersebut.
Hampir seluruh paket aplikasi yang mendominasi jaringan kita bersifat unicast, seperti http, telnet, ftp, smtp, pop3, dsb. Continue reading Unicast, Broadcast dan Multicast…
Setelah cukup lama berpusing ria, ternyata baru ketahuan ada fitur Intrusion Detection System di Kaspersky yang memang bisa menghalangi test throughput, di mana kebetulan saya memakai software TFGEN untuk mengirimkan paket UDP secara besar-besaran.
Setelah fitur ini dimatikan, proses pengetesan throughput jaringan dapat berlangsung dengan lancar.
Tentu saja, fitur ini adalah fitur yang sangat baik dari Kaspersky…..!! ( sempet pusing berjam-jam karena kami pikir ada problem dengan switching nya )
Mengetest opened port pada sebuah server atau peralatan
Beberapa hari yang lalu ada seorang teman saya menanyakan bagaimana mengetahui port apa saja yang terbuka pada sebuah server. Buat apa sih mengetest port apa saja yang dibuka oleh sebuah server? Jawabannya biasanya di antara dua : mau menghack server tersebut, atau mau melakukan uji keamanan terhadap server tersebut.
Terlintas di pikiran saya beberapa program yang cukup menarik untuk mengecek hal ini. Kebetulan juga, saya sehari sebelumnya baru mengetahui kalau salah satu software penetrasi untuk testing yaitu nmap belum lama mengeluarkan versi terbarunya yaitu versi 5.0. Nmap 5.0 ini bisa langsung di download di www.nmap.org , dan saya juga baru tahu kalau ternyata sudah ada versi GUI nya yaitu zenmap, sehingga kita tidak perlu banyak mengetahui hal teknis command line untuk melakukan scanning. Maklum, sudah cukup lama saya tidak melakukan testing port scan maupun penetrasi ke sebuah server
Buat para networkers, saya rasa aplikasi NMAP merupakan aplikasi standard yang selalu ada di USB mereka. Utility kecil ini cukup handal untuk melakukan uji coba firewall, mengetest apakah betul firewall policy sudah sesuai dengan kenyataan pada saat dilakukan uji penetrasi.
Kecanggihan NMAP di antaranya adalah melakukan OS detection, dan fitur yang paling saya suka adalah bisa memakai script engine untuk melakukan penetrasi server lebiih dalam lagi ; seperti brute force telnet, dsb.
Tips Mengukur throughput link jaringan menggunakan IPERF
Pada saat kita selesai menginstall sebuah jaringan, tahap berikutnya adalah melakukan testing and commissioning terhadap jaringan yang dipasang. Apa saja yang terdapat pada testing and commissioning ? Selama ini tidak ada standardisasi terhadap hal ini, namun secara umum, yang harus dilaporkan di sisi jaringan adalah uji konektivitas dan uji throughput. Apabila jaringan yang terpasang memiliki komponen sekuriti seperti firewall, IDS, dsb, tentu saja harus ada lagi item-item yang harus diujicoba.
Artikel kali ini membahas sebuah utility tools freeware untuk menguji throughput, yaitu iperf, yang dapat di download dari http://dast.nlanr.net/Projects/Iperf/. Selain utility Iperf, ada juga utility canggih lainnya seperti NetIQ Chariot yang bisa melakukan simulasi paket yang akan lewat pada jaringan. Hanya saja, sepengetahuan penulis utility ini tidak gratis. Continue reading Tips Mengukur throughput link jaringan menggunakan IPERF…
Broadcast storm control – a network saviour for looping
How big… or how small is your network ? The bigger network you have, or the more switches you have in your network, you really must understand that a Layer 2 network is very easily attacked by looping the network.
Please take note the terminology “LAYER 2″… it means no router, no routing, no VLAN routing. So it’s just plain switching. Looping will not happen if you use a layer 3 technology.
How to loop the network ? Continue reading Broadcast storm control – a network saviour for looping…
Mengenal Switch (Ethernet Switch) part 1
Artikel ini kesannya agak lucu dan aneh. Kita tahu bahwa semua pembaca pasti sudah tahu tentang switch. Penjelasan dari wikipedia tentang switch ;”A network switch is a computer networking device that connects network segments”. Menghubungkan segmen? Apa yang dimaksud dengan ’segmen’ di sini ? Sebetulnya switch memang merupakan pengembangan lanjutan dari ‘bridge’. Jaman dulu, orang menggunakan bridge untuk menghubungkan segmen jaringan dengan topologi yang berbeda-beda atau sama. Hanya saja, di saat sekarang kita tahu bahwa network switch digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya.
Continue reading Mengenal Switch (Ethernet SwiMengenal MAC Address
Apakah itu MAC Adress ??
MAC address, merupakan singkatan dari “Media Access Control”, adalah sebuah identifikasi unik yang dimiliki oleh setiap network card komputer, atau switch, atau router, atau access point, atau apapun yang mungkin dihubungkan ke jaringan. (Jaringan di sini dalam arti jaringan ethernet yang umumnya dipakai di kantor-kantor/sekolah/rumah)
Apabila sebuah komputer memiliki dua buah network card, maka komputer tersebut juga tentunya memiliki dua buah MAC Address. Tentunya, secara tidak kita sadari, semua notebook rata-rata memiliki dua buah network card, yaitu network card wired (RJ-45), dan network card wireless (802.11b).
Continue reading Mengenal MAC Address…
Unicast, Broadcast dan Multicast
Berdasarkan tujuan dari paket data di jaringan komputer, paket terbagi menjadi 3(tiga) jenis, seperti tertulis di judul blog ini, yaitu Unicast, Broadcast dan Multicast. Istilah broadcast, sepertinya lebih sering didengar oleh kita semua dibandingkan yang lainnya. Mungkin ini dikarenakan sehari-hari kita mendengar kata ‘broadcasting’ Unicast
Unicast merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan hanya satu titik yang lain (titik bisa berarti komputer, atau peralatan jaringan lainnya). Ditilik dari ‘bedah paket’ nya, kita bisa lihat unicast memiliki satu MAC address pengirim, dan satu MAC address penerima. Secara analoginya, setiap hari pada saat browsing Internet, kita sudah melakukan proses unicast ini, yaitu apabila kita mengetik satu alamat URL misalnya, komputer kita sedang ber-unicast-ria dengan server web yang ada di URL tersebut.
Hampir seluruh paket aplikasi yang mendominasi jaringan kita bersifat unicast, seperti http, telnet, ftp, smtp, pop3, dsb. Continue reading Unicast, Broadcast dan Multicast…
Senin, 23 Maret 2009
Jumat, 28 November 2008
Mikrotik n IP Address
Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router. Mikrotik routerOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.
Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.
Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi menengah, di tempat saya bekerja, Mikrotik dipergunakan pada cpu Pentium III 800 Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani sekitar 150 user.
Berikut ini adalah step-step instalasi Mikrotik routerOS
Sebelumnya persiapkan dulu cd instalasi miktorik, kalau belum punya ya silahkan cari pinjaman atau download dulu file ISO mikrotik di sini. Setelah cd siap maka masukkan ke cdrom dan lakukan boot from cd.
pastikan komputer yang akan dipergunakan memiliki minimal satu ethernet card.
Setelah proses booting selesai maka akan muncul tampilan berikut (klik untuk gambar yang lebih jelas):
mikrotik
Tampilan diatas adalah pilihan paket-paket yang akan di install, tekan ‘a’ untuk menginstall semuanya dan diteruskan dengan menekan ‘I’ untuk melanjutkan proses instalasi.
Proses instalasi dilanjutkan dengan pembuatan partisi dan format harddisk, harap diingat bahwa mikrotik akan mengambil semua space yang ada di harddisk. karena itu tidak disarankan utk menginstall mikrotik pada harddisk operasional yang berisi data-data penting seperti mp3 atau mungkin file avi kesayangan anda. (lho kok data operasional penting mp3 dan avi .. jangan jangan :-D )
Setelah melakukan pembuatan partisi dan memformat harddisk maka tahap terakhir adalah menginstall paket-paket yang dipilih pada awal tadi ke dalam harddisk. setelah selesai tekan enter untuk reboot.
Mikrotik yang baru saja di download dan di install adalah versi shareware yang hanya bisa dipergunakan sementara dan akan bisa dipergunakan lebih lanjut bila melakukan registrasi terlebih dahulu, tapi jangan khawatir, versi ini sudah cukup untuk dipakai belajar kok.
Mikrotik telah selesai di install, dan bisa dipergunakan dengan login sebagai user admin dan tanpa password. Selanjutnya adalah setting network, sebagai contoh mikrotik akan diberi alamat ip 192.168.202.1 dengan netmask 255.255.255.0.
Untuk itu ketikkan pada console perintah berikut
/ip address add address=192.168.202.1 broadcast=192.168.202.255 network=192.168.202.0 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
Nah sekarang mikrotik sudah bisa diremote baik dengan telnet maupun dengan Winbox. Winbox adalah sebuah utility untuk melakukan remote ke server mikrotik kita dalam mode GUI.
Untuk mendapatkan winbox, buka browser dan arahkan ke http://192.168.202.1/winbox/winbox.exe
Konsep IP Address di Internet
IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia.Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar ang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi.
Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda
IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255.ange address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111.
Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C.
Struktur IP Address Kelas A
Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih
dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx -191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar.
Struktur IP Address Kelas B
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host.
Struktur IP Address Kelas C
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas.
Konsep IP Address di Internet
Kontribusi Dari Panji Tianda
Wednesday, 07 May 2008
Pemutakhiran Terakhir Saturday, 17 May 2008
Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.
Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi menengah, di tempat saya bekerja, Mikrotik dipergunakan pada cpu Pentium III 800 Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani sekitar 150 user.
Berikut ini adalah step-step instalasi Mikrotik routerOS
Sebelumnya persiapkan dulu cd instalasi miktorik, kalau belum punya ya silahkan cari pinjaman atau download dulu file ISO mikrotik di sini. Setelah cd siap maka masukkan ke cdrom dan lakukan boot from cd.
pastikan komputer yang akan dipergunakan memiliki minimal satu ethernet card.
Setelah proses booting selesai maka akan muncul tampilan berikut (klik untuk gambar yang lebih jelas):
mikrotik
Tampilan diatas adalah pilihan paket-paket yang akan di install, tekan ‘a’ untuk menginstall semuanya dan diteruskan dengan menekan ‘I’ untuk melanjutkan proses instalasi.
Proses instalasi dilanjutkan dengan pembuatan partisi dan format harddisk, harap diingat bahwa mikrotik akan mengambil semua space yang ada di harddisk. karena itu tidak disarankan utk menginstall mikrotik pada harddisk operasional yang berisi data-data penting seperti mp3 atau mungkin file avi kesayangan anda. (lho kok data operasional penting mp3 dan avi .. jangan jangan :-D )
Setelah melakukan pembuatan partisi dan memformat harddisk maka tahap terakhir adalah menginstall paket-paket yang dipilih pada awal tadi ke dalam harddisk. setelah selesai tekan enter untuk reboot.
Mikrotik yang baru saja di download dan di install adalah versi shareware yang hanya bisa dipergunakan sementara dan akan bisa dipergunakan lebih lanjut bila melakukan registrasi terlebih dahulu, tapi jangan khawatir, versi ini sudah cukup untuk dipakai belajar kok.
Mikrotik telah selesai di install, dan bisa dipergunakan dengan login sebagai user admin dan tanpa password. Selanjutnya adalah setting network, sebagai contoh mikrotik akan diberi alamat ip 192.168.202.1 dengan netmask 255.255.255.0.
Untuk itu ketikkan pada console perintah berikut
/ip address add address=192.168.202.1 broadcast=192.168.202.255 network=192.168.202.0 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
Nah sekarang mikrotik sudah bisa diremote baik dengan telnet maupun dengan Winbox. Winbox adalah sebuah utility untuk melakukan remote ke server mikrotik kita dalam mode GUI.
Untuk mendapatkan winbox, buka browser dan arahkan ke http://192.168.202.1/winbox/winbox.exe
Konsep IP Address di Internet
IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia.Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar ang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi.
Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda
IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255.ange address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111.
Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C.
Struktur IP Address Kelas A
Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih
dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx -191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar.
Struktur IP Address Kelas B
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host.
Struktur IP Address Kelas C
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas.
Konsep IP Address di Internet
Kontribusi Dari Panji Tianda
Wednesday, 07 May 2008
Pemutakhiran Terakhir Saturday, 17 May 2008
Konfersi Bilangan
Sistem Bilangan Desimal
● Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan yang setiap hari dipakai manusia.
● Dalam matematika sistem bilangan ini disebut sistem bilangan basis 10.
● Notasi angka yang digunakan adalah angka Arab yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 Sistem Bilangan Desimal
● Keunggulan notasi bilangan desimal dengan angka Arab terletak pada nilai posisinya.
● Setiap angka memiliki nilai posisi yang berbeda.
● Sehingga mudah diopersikan dalam perhitungan matematika (perkalian, penjumlahan, pembagian dan pengurangan)
Contohnya :
● 3333 = 3x1000 + 3x100 + 3X10 + 3
● atau bisa ditulis juga dalam basis 10
● 3333 = 3x103 + 3x102 + 3x101 + 3x100
● ....,1000,100,1 adalah nilai posisinya
Sistem Bilangan Biner
● Komputer digital bekerja mengolah data tidak dengan sistem bilangan desimal tapi menggunakan sistem bilangan biner.
● Sistem bilangan biner dikenal juga dengan bilangan basis 2
● Notasi angkanya adalah dalam bentuk bit yaitu : 0 dan 1
Konversi Bilangan
● Karena manusia dan komputer bekerja dengan sistem bilangan yang berbeda maka perlu dilakukan konversi bilangan.
● Konversi bisa dilakukan dari biner ke desimal
● Atau dari desimal ke biner.
Konversi Bilangan Biner ke Desimal
● Untuk mengubah bilangan biner ke desimal maka kita perlu mengetahui nilai posisi dari masing-masing bit.
● Biasnya menggunakan byte (8 bit) : 128,64, 32, 16, 8, 4, 2, 1
● Atau dalam basis 2 ditulis dalam bentuk:27, 26, 25, 24, 23, 22, 21, 20
Konversi Bilangan Biner ke Desimal
● Contohnya: Rubahlah 10011 ke desimal.
● Maka :1x24 + 0x23 + 0x22 + 1x21 + 1x20 1x16 + 0x8 + 0x4 + 1x2 + 1x1 16 + 0 + 0 + 2 +1 = 19
Sistem Bilangan Heksadesimal
● Notasi penulisan bilangan biner terkadang sangat panjang sehingga kita membutuhkan notasi penulisan yang lebih pendek.
● Untuk melakukan ini maka kita perlu menggunakan bilangan heksadesimal
● Sistem bilangan heksadesimal disebut juga bilangan basis 16 Sistem Bilangan Heksadesimal
● Notasi bilangan heksadesimal adalah :0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F
● Nilai A,B,C,D,E,F samadengan 10, 11, 12,13, 14, 15
Konversi Heksadesimal ke Biner
● Untuk merubah ke biner caranya kita pisahkan bilangan heksadesimal menjadi 2 bagian.
● Lalu masing-masing bagian diubah ke biner secara langsung.
Sumber:http://sukarno.fisika.ui.edu/materi/jarkom/file/modul5a.pdf
● Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan yang setiap hari dipakai manusia.
● Dalam matematika sistem bilangan ini disebut sistem bilangan basis 10.
● Notasi angka yang digunakan adalah angka Arab yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 Sistem Bilangan Desimal
● Keunggulan notasi bilangan desimal dengan angka Arab terletak pada nilai posisinya.
● Setiap angka memiliki nilai posisi yang berbeda.
● Sehingga mudah diopersikan dalam perhitungan matematika (perkalian, penjumlahan, pembagian dan pengurangan)
Contohnya :
● 3333 = 3x1000 + 3x100 + 3X10 + 3
● atau bisa ditulis juga dalam basis 10
● 3333 = 3x103 + 3x102 + 3x101 + 3x100
● ....,1000,100,1 adalah nilai posisinya
Sistem Bilangan Biner
● Komputer digital bekerja mengolah data tidak dengan sistem bilangan desimal tapi menggunakan sistem bilangan biner.
● Sistem bilangan biner dikenal juga dengan bilangan basis 2
● Notasi angkanya adalah dalam bentuk bit yaitu : 0 dan 1
Konversi Bilangan
● Karena manusia dan komputer bekerja dengan sistem bilangan yang berbeda maka perlu dilakukan konversi bilangan.
● Konversi bisa dilakukan dari biner ke desimal
● Atau dari desimal ke biner.
Konversi Bilangan Biner ke Desimal
● Untuk mengubah bilangan biner ke desimal maka kita perlu mengetahui nilai posisi dari masing-masing bit.
● Biasnya menggunakan byte (8 bit) : 128,64, 32, 16, 8, 4, 2, 1
● Atau dalam basis 2 ditulis dalam bentuk:27, 26, 25, 24, 23, 22, 21, 20
Konversi Bilangan Biner ke Desimal
● Contohnya: Rubahlah 10011 ke desimal.
● Maka :1x24 + 0x23 + 0x22 + 1x21 + 1x20 1x16 + 0x8 + 0x4 + 1x2 + 1x1 16 + 0 + 0 + 2 +1 = 19
Sistem Bilangan Heksadesimal
● Notasi penulisan bilangan biner terkadang sangat panjang sehingga kita membutuhkan notasi penulisan yang lebih pendek.
● Untuk melakukan ini maka kita perlu menggunakan bilangan heksadesimal
● Sistem bilangan heksadesimal disebut juga bilangan basis 16 Sistem Bilangan Heksadesimal
● Notasi bilangan heksadesimal adalah :0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F
● Nilai A,B,C,D,E,F samadengan 10, 11, 12,13, 14, 15
Konversi Heksadesimal ke Biner
● Untuk merubah ke biner caranya kita pisahkan bilangan heksadesimal menjadi 2 bagian.
● Lalu masing-masing bagian diubah ke biner secara langsung.
Sumber:http://sukarno.fisika.ui.edu/materi/jarkom/file/modul5a.pdf
Klasifikasi Jaringan Komputer
1. LAN: Jaringan yang menghubungkan computer pada satu lokasi geografis / gedung yang sama, dan terhubung melalui suati media jaringan.
Ciri LAN:
- Bekerja di area geografis yang terbatas
- Dapat di gunakan multi access hingga high bandwith media
- Administrasi dilakukan melalui administrasi local
Gambar LAN:

2. WAN: Jaringan yang menghubungkan computer atau jaringan LAN dalam areal geografis yang lebih luas dan dihubungkan melalui telpon atau satelit.
Ciri WAN:
- Bekerja di area geografi yang luas
- Dapat di akses melalui Serial Interface dengan kecepatan yang rendah
- Koneksi secara full time dan part time
Gambar WAN:

3. MAN: jaringan yang memiliki ruang lingkup area metropolitan seperti kota, biasanya terdiri dari 2 atau lebih LAN dalam suatu areal geografis.
Gambar MAN:

4. Internet: Adalah jaringan dari jaringan (network of network).
Gambar INTERNET:

Sumber:Pengenalan Teknologi Jaringan oleh Muhamad Taufiq, ST,CCNA,CCAI
Ciri LAN:
- Bekerja di area geografis yang terbatas
- Dapat di gunakan multi access hingga high bandwith media
- Administrasi dilakukan melalui administrasi local
Gambar LAN:

2. WAN: Jaringan yang menghubungkan computer atau jaringan LAN dalam areal geografis yang lebih luas dan dihubungkan melalui telpon atau satelit.
Ciri WAN:
- Bekerja di area geografi yang luas
- Dapat di akses melalui Serial Interface dengan kecepatan yang rendah
- Koneksi secara full time dan part time
Gambar WAN:

3. MAN: jaringan yang memiliki ruang lingkup area metropolitan seperti kota, biasanya terdiri dari 2 atau lebih LAN dalam suatu areal geografis.
Gambar MAN:

4. Internet: Adalah jaringan dari jaringan (network of network).
Gambar INTERNET:

Sumber:Pengenalan Teknologi Jaringan oleh Muhamad Taufiq, ST,CCNA,CCAI
Sabtu, 19 Januari 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)